Tampilkan postingan dengan label Sepak Bola. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sepak Bola. Tampilkan semua postingan

Minggu, 08 Maret 2015

10 Piala Dunia Paling Dikenang Sepanjang Masa

Tiap kali digelar, Piala Dunia selalu memberikan kenangan tersendiri bagi para pemirsanya. Entah itu jumlah pelanggaran kartu merah yang begitu 'melimpah', ataupun gol-gol cemerlang dari para pemain timnas yang ikut berlaga dalam ajang sepakbola paling prestisius di dunia tersebut.

Dilansir dari The Richest, berikut adalah 10 Piala Dunia Paling Dikenang Sepanjang Masa, karena momen-momen begitu sulit dilupakan.


1. Piala Dunia 1950


Piala Dunia



Piala Dunia ini diadakan di Brasil, setelah Peran Dunia II berakhir. Karena menjadi tuan rumah setelah tragedi besar dunia terjadi, banyak pihak yang berharap Brasil dapat memenangkan turnamen ini.

Saat berhadapan dengan Uruguay di final, Brasil sebenarnya hanya membutuhkan satu gol saja untuk menang. Namun sayang, mimpi indah itu harus buyar karena akhirnya Uruguay menang dengan skor 2-1. Ini adalah Piala Dunia kedua bagi Uruguay, dan mereka berhasil mengakhirinya dengan indah.


2. Piala Dunia 1994


Piala Dunia


Amerika Serikat menjadi tuan rumah pada pagelaran Piala Dunia tahun 1994. Ada kenangan indah, ada pula kenangan menyedihkan dari turnamen ini. Bulgaria dan Swedia menjadi tim kuda hitam yang berhasil membuat dunia terkejut.

Bulgarian bahkan sempat mengalahkan Jerman dan dielu-elukan hingga berhasil mencapai babak perebutan juara 3 dan 4. Amerika Serikat sendiri saat itu merekrut pemain-pemain amatir yang tidak bermain untuk klub sepakbola manapun di dunia ini, namun malah berhasil tembus putaran kedua. Setelah pengalaman ini, liga MLS pun akhirnya dibentuk beberapa tahun kemudian.

Sayangnya, insiden pembunuhan pe sepakbola Kolumbia, Andres Escobar, gara-gara gol bunuh diri yang dilakukannya, memberi catatan hitam pada Piala Dunia ini.


3. Piala Dunia 1954


Piala Dunia


Negara Swiss adalah tuan rumah dari Piala Dunia tahun 1954. Di tahun ini, pesepakbola asal Hungaria, Ferenc Puscas dan Sandor Kocsis menjadi primadona karena timnas mereka tampil begitu menawan, hingga mendapat julukan "Magical Magyars".

Meski mencapai babak final, Hungaria harus rela kalah pada Jerman Barat, padahal sudah sempat memimpin 2-0. Kejadian ini kemudian dikenal dengan nama "Miracle of Bern". Sayangnya, "Bern" juga mewarnai tawuran sengit antara Hungaria dan Brasil yang diberi sebutan "Battle of Bern".


4. Piala Dunia 1990


Piala Dunia


Meski memori buruk tentang Piala Dunia 1990 di Italia lebih banyak daripada memori indahnya, tetap saja Piala Dunia era ini masih begitu sulit dilupakan. Ada setidaknya 16 kartu merah yang dikeluarkan wasit di sepanjang turnamen, dan rata-rata gol yang tercipta di tiap pertandingan hanya sampai 2,21 saja.

Meski begitu, beberapa memori indah yang pantas dikenang tetap ada, antara lain Roger Milla yang berhasil melesakkan gol ke gawang lawan untuk Kamerun dan membawa timnasnya ke perempat final, dan penalti David O'Leary yang begitu legendaris.


5. Piala Dunia 1966


Piala Dunia


Pada tahun 1966, Piala Dunia digelar di 'kampung halamannya sepakbola', Inggris. Piala Dunia ini juga yang menjadi satu-satunya kebanggaan Inggris sampai sekarang, karena tidak pernah menang lagi setelah itu.

Korea Utara menjadi timnas yang melejit sebagai kuda hitam, dengan mengalahkan Italia dengan skor 1-0, dan membuat kelabakan tim Portugal sebelum akhirnya malah kalah dengan skor 5-3. Kemenangan tim Inggris dari Jerman Barat saat itu didapat dari dua gol Geoff Hurst di menit-menit mendebarkan babak extra time.


6. Piala Dunia 2006


Piala Dunia


Italia mereguk kemenangan manis pada Piala Dunia tahun 2006. Meski sempat diwarna kontroversi Materazzi-Zidane, kemenangan mereka tetap indah dan begitu membanggakan.

Brasil, yang diharapkan mampu mencetak sejarah indah lagi, malah kalah dari Prancis di babak semifinal dan melepaskan tampuk juara ke tangan Italia, yang berhasil mengalahkan Jerman di babak semifinal.

Meski harus melalui drama adu penalti yang sangat menguras emosi dan tenaga, timnas Italia akhirnya pulang dari Jerman dengan membawa kebanggaan bagi bangsa.


7. Piala Dunia 1986


Piala Dunia


Anda pasti masih belum bisa melupakan insiden "Hands of God" yang dilakukan oleh sang legenda Argentina, Maradona? Kontroversi itu terjadi di turnamen Piala Dunia tahun 1986.

Meski sempat membuat geger dunia, akhirnya timnas Argentina menang dengan skor 3-2, mengalahkan timnas Jerman Barat. Aksi Maradona tersebut kemudian terus menjadi pembicaraan hingga kini, dan disebut-sebut sebagai insiden yang paling berpengaruh dalam dunia sepakbola.


8. Piala Dunia 1970


Piala Dunia


Masa keemasan Pele salah satunya adalah pagelaran Piala Dunia tahun 1970. Saat itu, timnas Brasil juga diperkuat oleh para pemain emas sekelas Jairzinho, Rivelino dan Tosto.

Selain Brasil, tim lain yang juga mencetak prestasi cemerlang adalah Jerman Barat, yang memiliki Gerd Muller, sang pencetak 10 gol dalam sejarah Piala Dunia. Muller akhirnya diganjar piala sepatu emas, Golden Boot, untuk pertama kalinya. Jerman Barat finish di peringkat ketiga.


9. Piala Dunia 1998


Piala Dunia


Sebagai tuan rumah Piala Dunia tahun 1998, Prancis berhasil mereguk kemenangan kandang yang paling manis. Dengan jumlah peserta yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, yakni 32 tim, Piala Dunia 1998 memang diakui banyak media internasional sebagai turnamen yang paling seru.

Kroasia, sebagai tim baru yang tembus Piala Dunia untuk pertama kalinya, langsung menggebrak publik dengan lolos menjadi juara ketiga. Brasil yang awalnya tak menurunkan Ronaldo di babak final, akhirnya harus menyesal bertekuk lutut pada Prancis yang saat itu diperkuat Zidane, Thierry Henry, dan Thuram.


10. Piala Dunia 1982


Piala Dunia


Banyaknya insiden kontroversial dari Piala Dunia tahun 1982 membuatnya menjadi salah satu pagelaran Piala Dunia yang paling tak bisa dilupakan. Insiden pemukulan yang dilakukan oleh kiper Jerman Barat, Harald Schumacher, kepada pemain timnas Prancis, Patrick Battiston, hingga tak sadarkan diri menjadi salah satu alasannya.

Hingga Paolo Rossi, sang legenda Italia yang kembali berlaga di ajang internasional setelah melewati masa hukuman dilarang merumput selama 2 tahun gara-gara kasus match-fixing.

Nah, itulah 10 Piala Dunia Paling Dikenang Sepanjang Masa. Mana yang menurut Anda paling berkesan?
 

Jumat, 06 Maret 2015

7 Stadion Sepakbola Terunik di Dunia

1. Vesturi á Eiðinum Stadium
Stadion ini digunakan untuk sepak bola di semenanjung pulau . Lokasinya di Pulau Faroe, berkapasitas 3000 orang. Yang tak kalah menarik, juga ada seorang pria di sebuah perahu selama pertandingan terjatuh ke laut saat mengumpulkan bola.
 

2. Podium Apung Marina Bay
Stadion apung terbesar di dunia yang ada di Singapura. Seluruhnya terbuat dari baja, podium apungnya memiliki panjang 120 m, lebar 83 m, lebih besar 5% dari Stadion Sepak Bola Nasional. Bisa menahan beban seberat 1.070 ton ( sama dengan berat total 9.000 orang, 200 ton perlengkapan, dan 30 ton kendaraan militer). Sedangkan tribun stadionnya berkapasitas 30.000 orang.
 

3. Stadion Osaka

Stadion ini digunakan untuk baseball di Naniwaku, Osaka, Jepang. Sebelumnya Merupakan markas Nankai Hawks yang kemudian pindah ke Stadion Heiwadai tahun 1988. Sayang kemudian Stadion Osaka dikonversikan menjadi perumahan. karena tidak pernah dipakai oleh pertandingan - pertandingan sepakbola , Stadion Osaka dihancurkan tahun 1998 kemudian dibangun Shopping Center di lokasi tersebut
 

4. Stadion Melawan Gravitasi
Tidak ada Informasi lengkap soal stadion di Ukraina ini, apakah ada pertandingan yang diadakan atau tidak. yang jelas, stadion ini untuk menghibur pengendara mobil yang lewat..
 

5. Eco Stadium
Stadion ini tidak punya beton. Stadion Eco Janguito Malucelli ini ada di Curitiba, Brazil. Stadion ini terkenal karena yang pertama menjadi tahap penghijauan di Brazil. Kursi penonton diletakkan di bukit. Makanya disebut stadion Eko (baca: Ekosistem). Maksudnya stadion yang mengacu dengan ekosistem
 

6. Stadion Braga
Stadion ini sungguh aneh tapi keren.hehe.. Stadion ini ada di Braga, Portugal. Stadion ini dibangun di sebelah tambang (Monte Castro) yang menghadap ke kota Braga. Desain stadion ini terinspirasi suku Inca kuno Amerika Selatan. Proses pemindahan batu besar, menelan biaya sebesar 83,1 juta Euro. Lebih besar dari biaya pembangunan stadion untuk Euro 2004 manapun
 

7. Venezuela, Caracas "Cocodrilos Sports Park"
adalah sebuah stadion multi guna. Saat ini sebagian besar digunakan untuk pertandingan sepak bola dan tempat paruh waktu. Stadion ini menampung 3.000 orang dan terletak di sebelah jalan raya.
 
 

Minggu, 04 Januari 2015

Inilah Kiper Pertama yang Memakai Sarung Tangan

Satu ciri khas yang melekat pada seorang kiper dan membedakannya dari pemain lain adalah sarung tangan yang membungkus jemari dan telapak tangannya. Namun, tahukah kamu siapa penjaga gawang pertama yang memakainya? Dialah Amadeo Carrizo, salah satu kiper terbesar dan terbaik yang pernah dimiliki Argentina.

Amadeo Carrizo
Amadeo Carrizo
Carrizo memulai debut profesional bersama River Plate saat umurnya baru menginjak 19 tahun. Tak diketahui pasti apakah pada saat itu dia sudah mengenakan sarung tangan untuk memproteksi tangannya. Namun, satu hal yang jelas Carrizo mulai memakainya antara dekade 1940-an dan 1950-an.

Sarung tangan yang dipakai Carrizo tentu belumlah seperti saat ini yang didesain dengan tingkat keamanan yang tinggi bagi pemakainya. Carrizo hanya memakai sarung tangan dari bahan kain biasa. 
Amadeo Carrizo
Amadeo Carrizo
Ini sebuah terobosan baru karena di Eropa sendiri tren penggunaan sarung tangan oleh kiper baru marak pada 1970-an. Itu pun beberapa kiper justru merasa terbebani olehnya. Hingga 1980-an, masih banyak kiper yang tak suka memakai sarung tangan, mereka hanya memakainya jika cuaca tidak bersahabat.

Sebelum teknologi sarung tangan diperkenalkan, para kiper tak berbeda jauh dengan para pemain di posisi lain. Pasalnya, saat berusaha menyelamatakan gawang dari gempuran lawan, mereka biasanya meluncur dengan kaki terlebih dahulu, tak ubahnya seorang bek saat melakukan tekel. Bahkan para kiper nomor wahid macam Frank Swift, Ted Ditchburn, dan Bert Trautmann pun melakukan hal serupa.

Selain sebagai pemakai sarung tangan pertama, Carrizo yang dijuluki Tarzan dan Si Mesin ini juga dikenal sebagai pelopor kiper yang tak ragu keluar dari wilayahnya. Menurut Eduardo Galeano, penulis buku Soccer in Sun and Shadow, Carrizo-lah kiper pertama yang tak ragu memulai serangan dan menggiring bola melewati pemain lawan. Sebelum Carrizo, tindakan gila seperti itu tak pernah terpikir sebelumnya.

Sumber : VIVAforum