Tampilkan postingan dengan label Sejarah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sejarah. Tampilkan semua postingan

Kamis, 26 Maret 2015

Tentara Nazi Yang di Takuti semasa Perang Dunia II

Mungkin anda sudah pada tau cerita tentang kekejian tentara nazi saat berlangsungnya perang dunia II..
pada era perang dunia II Ada beberapa Tentara yang paling ditakuti di dunia.. nama-nama mereka tersebar luas di Eropa, Afrika dan juga di Asia.
ini lah tentara-tentara yang paling ditakuti di dunia :


1. Oberst Hans-Ulrich Rudel (1916-1982)
Stuka : Oberst Hans-Ulrich Rudel (1916-1982). Inilah manusia yang dianggap paling jago dari semua jagoan Jerman, manusia paling pemberani yang dipunyai Hitler, dimana seakan efek perang tak pernah tampak dari wajahnya yang selalu tersenyum.

Penghargaan tertinggi yang bisa diberikan Jerman pada putra terbaiknya, Goldenem Eichenlaub, menjadi miliknya seorang dan tidak selainnya. Sebagai seorang pilot Stuka, catatan kemenangan Rudel akan membuat siapapun ternganga.

Inilah rincian dari 2.000 mesin-mesin perang musuh yang telah Rudel hancurkan.

dalam 2.530 misi tempur yang telah dijalaninya :
519 tank,
150 senjata artileri,
800 kendaraan,
70 perahu pendarat,
4 kereta api lapis baja,
1 kapal penghancur,
3 kapal penjelajah, 1 kapal perang, dan beberapa jembatan dan 9 buah pesawat terbang sekutu


2. Hauptmann Hans-Joachim Marseille (1919-1942)
Pilot Tempur Di Front Barat : Hauptmann Hans-Joachim Marseille (1919-1942). bisa dikatakan adalah pilot paling menakjubkan dan bertalenta yang pernah ada. Meskipun pesawat musuh yang dihancurkannya "hanya" 158 buah (jauh banget jika dibandingkan dengan sang pemegang rekor Erich Hartmann dengan 352 kemenangan), tapi semuanya dibukukan di Front Barat. Lha, apa bedanya? Sangat! Para pilot Sekutu biasanya dilatih lebih baik dan mendapat jam terbang lebih banyak dibandingkan dengan kompatriotnya di Uni Soviet, dan karena itulah lebih susah menembak jatuh pesawat Sekutu daripada pesawat Rusia. Yang lebih membuat tercengang lagi, begitu jagonya Marseille sehingga sudah menjadi kebiasaan apabila skuadronnya bertemu dengan skuadron musuh (berapapun banyaknya), maka yang maju sendirian adalah Marseille sementara kawan-kawannya menyaksikan!


3. Major Heinz-Wolfgang Schnaufer (1922-1950)
Pilot Malam : Major Heinz-Wolfgang Schnaufer (1922-1950) telah berhasil menghancurkan 121 pesawat musuh hanya dalam 164 misi tempur, dan kesemuanya dilakukan pada malam hari! Sebagai seorang pilot Nachtjagd (tempur malam), Schnaufer bertugas untuk membela tanah airnya dari gempuran bomber-bomber Sekutu yang biasanya datang pada waktu malam hari. Karena prestasinya inilah dia mendapat julukan "Hantu Malam Dari St. Trond". Sayangnya, pilot jempolan ini mati muda dalam kecelakaan mobil ketika sedang mengunjungi kebun anggurnya di Bordeaux, hanya 5 tahun setelah Perang Dunia II usai.


4. Major Erich "Bubi" Hartmann (1922-1993)
Luftwaffe : Major Erich "Bubi" Hartmann (1922-1993). Ketika Perang Dunia II usai, pilot tempur ini baru berusia 23 tahun. Tapi di usianya yang semuda ini, dia telah berpangkat Major dan tercatat dalam buku sejarah sebagai pilot dengan rekor kemenangan tertinggi. Tak kurang dari 352 pesawat musuh rontok di tangannya, dan itu hanya dilakukannya dalam 3 tahun saja! Julukan yang diberikan kepadanya seabrek : "Bubi" (karena berwajah bayi), "Karaya One" (julukan para pilot Rusia berdasarkan gambar yang ada di pesawatnya), dan "Ksatria Pirang dari Jerman". Ketika ditanya prestasi apa yang paling membanggakannya, ternyata bukanlah skor kemenangannya, melainkan bahwa Hartman tidak pernah kehilangan seorang wingman pun dalam 825 kali pertempuran udara yang telah dilakoninya!


5. Hauptmann Günther Viezenz (1921-1999)
Penghancur Tank : Hauptmann Günther Viezenz (1921-1999) telah menghancurkan 21 buah tank musuh dengan tangannya sendiri! Di antara peledak yang telah digunakannya di antaranya adalah panzerfaust, T-mines, hollow charge, granat dan lain-lain. Untuk prestasinya yang luar biasa ini, dia tercatat sebagai penerima terbanyak Tank Destruction Badge, 4 buah Gold dan 1 Silver. Asyiknya, Viezenz adalah orang yang benar-benar rendah hati, dan setelah perang usai dia bahkan tak pernah bercerita ke siapapun atas prestasinya yang luar biasa tersebut!


6. Fregattenkapitän Otto Kretschmer (1912-1998)
U-boat : Fregattenkapitän Otto Kretschmer (1912-1998) dengan panggilannya "Silent Otto". Dari September 1939 sampai penangkapannya di bulan Maret 1941, Kretschmer telah menenggelamkan 47 buah kapal musuh dengan total tonase 274.333 ton! Tapi prestasinya ini masih belum menyamai jago-dari-segala-jago Lothar von Arnauld de la Perière, komandan u-boat Jerman zaman Perang Dunia I yang berhasil menenggelamkan 194 kapal dengan total tonase 453.716 ton!


7. Oberfeldwebel Kurt Knispel (1921-1945)
Panzer : Oberfeldwebel Kurt Knispel (1921-1945) adalah pemegang rekor tertinggi jagoan tank dalam Perang Dunia II dengan 168 kills yang telah terkonfirmasi, sedangkan bila digabungkan dengan catatan kill-nya yang tidak terkonfirmasi, maka rekornya akan melonjak menjadi 195! Dia adalah benar-benar seorang panzertruppen sejati, yang memulai karir dari loader, gunner, sampai komandan panzer. Anehnya, meskipun memegang rekor sedahsyat itu, penghargaan tertinggi yang diterima Knispel 'hanyalah' Deutsches Kreuz in Gold (bandingkan dengan Michael Wittman yang menerima Schwerter)! Kemungkinan besar ini disebabkan oleh sifatnya yang anti-Nazi sehingga menghambat karirnya. Biografi lengkapnya bisa dilihat disini


8. Gefreiter Heinrich "Hein" Severloh (1923-2006), "Si Buas Dari Omaha" Yang Membantai Pasukan Amerika di Normandia!
Gefreiter Hein Severloh difoto bulan November 1943 ketika sedang mengambil cuti di Jerman sebelum bergabung kembali dengan unit barunya, Artillerie-Regiment 352, di St. Lo Normandia.


gambar ilustrasi hein severloh membantai tentara amerika(sekutu)


9. Gefreiter Matthäus Hetzenauer (1924-2004)
Sniper : Gefreiter Matthäus Hetzenauer (1924-2004) yang berasal dari Divisi Gunung ke-5 Jerman mempunyai rekor 345 kills, dengan kill terjauhnya (telah dikonfirmasi) tercatat dibukukan dari jarak 1,1 kilometer! Senjatanya adalah rifle K98 dengan lensa pembesaran 6x dan rifle Gewehr 43 dengan lensa pembesaran 4x. Dia menerima anugerah Ritterkreuz tanggal 17 April 1945, setelah secara sendirian menghabisi dua buah kompi Uni Soviet!


  



Rekor TERPANJANG/TERLAMA Nazi Jerman!

Patroli U-boat terlama : Korvettenkapitän Eitel-Friedrich Kentrat adalah jagoan u-boat yang terkenal (dan pernah beroperasi di perairan Indonesia). Patroli pertamanya dengan U-196 menjadi terkenal ke seluruh dunia meskipun dia hanya berhasil menenggelamkan dua buah kapal dengan total tonase 12.000 ton. Patroli tersebut tercatat sebagai patroli paling lama yang dilakukan oleh sebuah kapal selam di saat perang (sampai pada saat itu). U-196 meninggalkan galangan kapal Kiel tanggal 13 Maret 1943 dan pulang kembali ke Bordeaux tanggal 23 Oktober 1943, 225 hari kemudian! Dalam foto di atas terlihat jelas pengaruh patroli yang lama dan menegangkan tersebut dalam wajah Kentut eh Kentrat.


10. Erwin Rommel
Generalfeldmarschall (Heer) termuda : Erwin Rommel diangkat sebagai Generalfeldmarschall pada tanggal 22 Juni 1942 di usia 50 tahun dan 7 bulan, tak lama setelah pasukan Afrikakorps yang dipimpinnya berhasil menguasai pangkalan Inggris di Tobruk.

Selasa, 10 Maret 2015

Sejarah Asal Usul Lambang Hati Cinta di Dunia

Love, liedfde, amour, lieben. Deretan kata-kata tersebut selalu lekat dengagn definisi cinta. Kata cinta juga dikaitkan dengan sebuah perasaan manusia yang begitu mendalam kepada seseorang. Namun, apakah agan-agan tahu dari mana sih simbol love atau cinta itu tercipta?

Asal Mula Bentuk Hati Sebagai Lambang Cinta di Dunia

1. 3000 Tahun SM

http://www.didunia.net/
Bentuk hati dipercaya ada pada 3000 tahun SM, berasal dari bentuk daun ivy yang sering digunakan masyarakat Yunani
dan Roma sebaai ornamen dalam keramik dan bejana. Sulur yang merambat dari tumbuhan ivy dianggap melambangkan gairah. Daun ivy juga ditaruh di batu nisan sebagi tanda cinta yang abadi meski kematian memisahkan.

2. 631 Tahun SM
http://www.didunia.net/
Bangsa Yunani mengalami kekeringan dan ledakan populasi masyarakat sehingga pada 631 SM, mereka mencari sebuah kota baru. Mereka akhirnya mendirikan Kota Kierene yang terletak diujung utara Afrika. Di sana mereka menemukan biji silphium yang akhirnya digunakan untuk alat kontrasepsi. Bangsa Kinere pun membuat simbol bikin silphium menjadi sebuah koin dan berbentuk hati.

3. 384 Tahun SM
http://www.didunia.net/
Filsuf era klasik juga berpendapat mengenai simbol hati dan maknanya (384-322 SM). Aristoteles yang termasuk dalam tiga filsuf paling berpengaruh di pemikiran Barat berpendaapat bahwa jantung adalah pusat pemikiran dan emosi. Bahkan, terkadang jantung lebih kuat daripada pengaruh otak sebagai sitem saraf. Dengan demikian, jantung dirasa tepat seabagai pusat jiwa dan emosi.

4. Tahun 1304 - 1306
http://www.didunia.net/
Dengan berkembangnya ilmu pengetahuan pada 1304 - 1306, seorang pelukis bernama Giotto membuat sebuah karya Cappella degli Scrovegni. Lukisan tersebut bercerita mengenai seorang dermawan yang memegan sebuah hati (berbentuk jantung_ dan memberikannya ke surga. Lukisan Giottopun dianggap begitu sakral dan melambangkan cinta yang tulus terhadap Tuhan.

5. Tahun 1304 - 1306
http://www.didunia.net/
Selanjutnya, antara 1489-1500, pelukis genius Leornado da Vinci menggambarkan ilustrasi awal bentuk jantung. Jikat diperhatikan, ilustrasi itu seperti kombinasi gambar hati pada permainan dan bentuk nyata jantung. Gambarmilik Da Vinci itu juga terlihat paling detail dan paling menyerupai bentuk jantung. Dan, seperti kepercayaan masyarakat Romawi, jantung adalah pusat dari jiwa dan emosi.


6. Tahun 2003
http://www.didunia.net/
Simbol hati semakin populer untuk melambangkan cinta. Bahkan pada 2003 simbol tersebut digunakan dalam beberapa film terkenal seperti Love Actually. Film drama romantis yang disutradarai Richard Curtis itu sukses menembus jajaran box office. Hingga kini, simbol hati melekat pada Hari Valentine atau Hari Kasih Sayang.
 

Minggu, 04 Januari 2015

Sejarah Mengapa 1 Menit Sama Dengan 60 Detik

Sejarah Mengapa 1 Menit Sama Dengan 60 Detik
Bilangan 60 digunakan untuk menyatakan waktu, sejam 60 menit, semenit 60 detik. Bilangan 60 ini digunakan pertama kali oleh Bangsa Sumeria, jadi mereka berhitung dengan basis 60 atau disebut juga Sexagesimal. 

Alasan kenapa digunakan bilangan 60 adalah karena bilangan ini merupakan bilangan terkecil yang bisa dibagi oleh enam angka pertama yaitu: 1,2,3,4,5,6.
Jadi dengan mudah kita bisa terbayang: 1/2 jam = 30 mnt, 1/3 jam = 20 menit, 1/4 jam = 15 menit, dst. Bayangkan kalau satu jam = 100 menit, berarti 1/3 jam = 33,333 menit? Kalau kata orang, itu tidak bunyi.

Kalau kata matematisnya, 60 itu highly composite number, atau bilangan yang angka pembaginya/faktornya banyak, yaitu 1,2,3,4,5,6,10,12,15,20,30,60.

Detik :
Detik atau sekon adalah satuan waktu dalam SI (Sistem Internasional, lihat unit SI) yang didefinisikan sebagai durasi selama 9.192.631.770 kali periode radiasi yang berkaitan dengan transisi dari dua tingkat hyperfine dalam keadaan ground state dari atom cesium-133 pada suhu nol kelvin.

Dalam penggunaan yang paling umum, satu detik adalah 1/60 dari satu menit, dan 1/3600 dari satu jam.

Sejarahnya :
Pada awalnya, istilah second dalam bahasa Inggris dikenal sebagai "second minute" (menit kedua), yang berarti bagian kecil dari satu jam. Bagian yang pertama dikenal sebagai "prime minute" (menit perdana) yang sama dengan menit seperti yang dikenal sekarang.

Besarnya pembagian ini terpaku pada 1/60, yaitu, ada 60 menit di dalam satu jam dan ada 60 detik di dalam satu menit.Ini mungkin disebabkan oleh pengaruh orang-orang Babylonia, yang menggunakan hitungan sistem berdasarkan sexagesimal (basis 60).

Istilah jam sendiri sudah ditemukan oleh orang-orang Mesir dalam putaran bumi sebagai 1/24 dari mean hari matahari. Ini membuat detik sebagai 1/86.400 dari mean hari matahari.

Di tahun 1956, International Committee for Weights and Measures (CIPM), dibawah mandat yang diberikan oleh General Conference on Weights and Measures (CGPM) ke sepuluh di tahun 1954, menjabarkan detik dalam periode putaran bumi disekeliling matahari di saat epoch, karena pada saat itu telah disadari bahwa putaran bumi di sumbunya tidak cukup seragam untuk digunakan sebagai standar waktu.

Gerakan bumi itu digambarkan di Newcomb's Tables of the Sun (Daftar matahari Newcomb), yang mana memberikan rumusan untuk gerakan matahari pada epoch di tahun 1900 berdasarkan observasi astronomi dibuat selama abad ke-18 dan 19.

Dengan demikian detik didefinisikan sebagai 1/31.556.925,9747 bagian dari tahun matahari di tanggal 0 Januari 1900 jam 12 waktu ephemeris. Definisi ini diratifikasi oleh General Conference on Weights and Measures ke sebelas di tahun 1960. 

Referensi ke tahun 1900 bukan berarti ini adalah epoch dari mean hari matahari yang berisikan 86.400 detik. Melainkan ini adalah epoch dari tahun tropis yang berisi 31.556.925,9747 detik dari Waktu Ephemeris.

Waktu Ephemeris (Ephemeris Time - ET) telah didefinisikan sebagai ukuran waktu yang memberikan posisi obyek angkasa yang terlihat sesuai dengan teori gerakan dinamis Newton. Dengan dibuatnya jam atom, maka ditentukanlah penggunaan jam atom sebagai dasar pendefinisian dari detik, bukan lagi dengan putaran bumi.

Dari hasil kerja beberapa tahun, dua astronomer di United States Naval Observatory (USNO) dan dua astronomer di National Physical Laboratory (Teddington, England) menentukan hubungan dari hyperfine transition frequency atom caesium dan detik ephemeris.

Dengan menggunakan metode pengukuran common-view berdasarkan sinyal yang diterima dari stasiun radio WWV, mereka menentukan bahwa gerakan orbital bulan disekeliling bumi, yang dari mana gerakan jelas matahari bisa diterka, di dalam satuan waktu jam atom.Sebagai hasilnya, di tahun 1967, General Conference on Weights and Measures mendefinisikan detik dari waktu atom dalam International System of Units (SI) sebagai

Durasi sepanjang 9.192.631.770 periode dari radiasi sehubungan dengan transisi antara dua hyperfine level dari ground state dari atom caesium-133.

Ground state didefinisikan di ketidak-adaan (nol) medan magnet. Detik yang didefinisikan tersebut adalah sama dengan detik ephemeris. Definisi detik yang selanjutnya adalah disempurnakan di pertemuan BIPM untuk menyertakan kalimat Definisi ini mengacu pada atom caesium yang diam pada temperatur 0 K. Dalam prakteknya, ini berarti bahwa realisasi detik dengan ketepatan tinggi harus mengkompensasi efek dari radiasi sekelilingnya untuk mencoba mengextrapolasikan ke harga detik seperti yang disebutkan di atas.

Setiap orang wajib tahu waktu, oleh karena itu mari kita pelajari konversi atau perubahan waktu berikut ini :
1 Detik = Sama Dengan Seper 60 Menit (1/60 Detik)
1 Menit = Sama Dengan 60 Detik
1 Jam = Sama Dengan 60 Menit
1 Jam = Sama Dengan 3.600 Detik
1 Hari = Sama Dengan 24 Jam
1 Hari = Sama Dengan 1.440 Menit
1 Hari = Sama Dengan 86.400 Detik
1 Minggu = Sama Dengan 7 Hari
1 Bulan = Sama Dengan 28 Sampai 31 Hari
1 Bulan = Sama Dengan 4 Minggu
1 Caturwulan Atau Cawu = Sama Dengan 4 Bulan
1 Semester = Sama Dengan 6 Bulan
1 Tahun = 365 Sama Dengan Hingga 366 Hari
1 Tahun = Sama Dengan 12 Bulan
1 Dasawarsa = Sama Dengan 10 Tahun
1 Abad = Sama Dengan 100 Tahun

Inilah Kiper Pertama yang Memakai Sarung Tangan

Satu ciri khas yang melekat pada seorang kiper dan membedakannya dari pemain lain adalah sarung tangan yang membungkus jemari dan telapak tangannya. Namun, tahukah kamu siapa penjaga gawang pertama yang memakainya? Dialah Amadeo Carrizo, salah satu kiper terbesar dan terbaik yang pernah dimiliki Argentina.

Amadeo Carrizo
Amadeo Carrizo
Carrizo memulai debut profesional bersama River Plate saat umurnya baru menginjak 19 tahun. Tak diketahui pasti apakah pada saat itu dia sudah mengenakan sarung tangan untuk memproteksi tangannya. Namun, satu hal yang jelas Carrizo mulai memakainya antara dekade 1940-an dan 1950-an.

Sarung tangan yang dipakai Carrizo tentu belumlah seperti saat ini yang didesain dengan tingkat keamanan yang tinggi bagi pemakainya. Carrizo hanya memakai sarung tangan dari bahan kain biasa. 
Amadeo Carrizo
Amadeo Carrizo
Ini sebuah terobosan baru karena di Eropa sendiri tren penggunaan sarung tangan oleh kiper baru marak pada 1970-an. Itu pun beberapa kiper justru merasa terbebani olehnya. Hingga 1980-an, masih banyak kiper yang tak suka memakai sarung tangan, mereka hanya memakainya jika cuaca tidak bersahabat.

Sebelum teknologi sarung tangan diperkenalkan, para kiper tak berbeda jauh dengan para pemain di posisi lain. Pasalnya, saat berusaha menyelamatakan gawang dari gempuran lawan, mereka biasanya meluncur dengan kaki terlebih dahulu, tak ubahnya seorang bek saat melakukan tekel. Bahkan para kiper nomor wahid macam Frank Swift, Ted Ditchburn, dan Bert Trautmann pun melakukan hal serupa.

Selain sebagai pemakai sarung tangan pertama, Carrizo yang dijuluki Tarzan dan Si Mesin ini juga dikenal sebagai pelopor kiper yang tak ragu keluar dari wilayahnya. Menurut Eduardo Galeano, penulis buku Soccer in Sun and Shadow, Carrizo-lah kiper pertama yang tak ragu memulai serangan dan menggiring bola melewati pemain lawan. Sebelum Carrizo, tindakan gila seperti itu tak pernah terpikir sebelumnya.

Sumber : VIVAforum

Jumat, 02 Januari 2015

Catatan Harian Anne Frank, 'Holocaust' dan Kontroversi Sejarah

"Saya harus yakin diari ini tak jatuh ke tangan orang lain..." "...Seberapa cocok hubungan ibu dan ayah?...Perkawinan mereka bukan perkawinan ideal.... Ayah tidak mencintai ibu. Dia mencium ibu seperti dia mencium kita (anak-anak). Dia kadang menatap ibu dengan pandangan menggoda atau sebal, tapi bukan dengan pandangan cinta. Sebaliknya terasa ibu mencintai ayah karena tidak ada orang lain yang dia kasihi.... Sangat sulit melihat jenis cinta yang saling tak berbalasan antarmereka..."




Demikian tutur Anne Frank dari kamar persembunyian yang lembap, suatu sore pada tahun 1942. Yang pertama adalah sebuah kalimat yang menyatakan bahwa catatan hariannya amat pribadi, tertutup untuk orang lain. Yang kedua adalah kisah tentang hubungan dingin kedua orang tuanya. Suasana ketegangan, ketakutan, kebosanan dalam persembunyian keduanya ternyata tak kunjung mendekatkan kedua orang tuanya untuk menjadi lebih mesra. Selama 50 tahun semenjak catatan harian Anne terbit pertama kali pada tahun 1947, "rahasia" itu tertutup rapat.
Sahabat anehdidunia.blogspot.com publik baru mengetahui dua tahun silam ketika petilan kalimat tersebut muncul dalam koran Belanda, Het Parool. Maka, petikan lembaran harian yang "hilang" itu segera mengundang kontroversi.

Kisah Anne Frank, gadis kecil yang tewas akibat holocaust, adalah tragedi xenophobia. Sekeluarga keturunan Yahudi menyembunyikan diri di sebuah gudang dari kejaran dan penggerebekan tentara Jerman, tapi seseorang mengkhianati mereka. Di kamp konsentrasi kemudian hanya Otto Frank, sang ayah, yang selamat. Anne Frank dan kakak perempuannya, Margot, tewas tergerogoti tifus di kamp konsentrasi Bergen-Belsen. Ibunya, Edith Frank Hollander, mati di kamp konsentrasi Auschwitz. Namun, berkat renungan-renungannya, nama Anne Frank tetap tertoreh abadi.


Setelah keluar dari kamp konsentrasi, Otto Frank tak menyangka manuskrip catatan harian anaknya terselamatkan. Tahun 1947, ia menerbitkannya. Sambutannya luar biasa lantaran isinya yang mengharukan dan menggugah kemanusiaan. Hollywood mengangkatnya ke layar perak tahun 1954. Catatan harian itu sendiri menjadi diari paling terkenal di dunia. Melissa Gilbert pernah memerankannya di layar perak. Petilan di atas adalah bagian dari dua catatan (semuanya lima lembar halaman) yang selama ini tak pernah diketahui. Kemunculannya tentu saja menghebohkan. Dari segi hak cipta saja sudah mengundang perdebatan.

Segera setelah memuatnya, Het Parool mendapat ancaman pengadilan dari Yayasan Anne Frank. Het Parool memperoleh "sisa catatan harian" itu dari Cornelius Suijk, 77 tahun, Direktur Internasional Anne Frank Center di Manhattan, sahabat Otto Frank. Ternyata, sebelum Otto Frank meninggal pada usia 91 tahun di tahun 1980, ia menyerahkan lima halaman manuskrip yang sengaja tak disertakannya ketika ia menerbitkan catatan harian anaknya. Kepada Suijk, Otto berpesan bahwa bila Fritzi, istri keduanya yang dinikahi pada tahun 1953, sudah meninggal, Suijk boleh menyebarluaskan sisa lima halaman catatan harian Anne. Saat dipublikasikan di Het Parool pada 1999 itu, Fritzi baru saja meninggal dunia.

Suijk mengklaim bahwa berkas itu miliknya yang sah, tapi Netherlands State Institute of Documentation for War(NSIDW) menuding bahwa kepemilikan Suijk ilegal. Ia tak berhak atas "sisa catatan harian" Anne Frank itu. NSIDW adalah lembaga yang didirikan pada 1945, setelah Belanda terbebas dari Jerman. Lembaga ini bertugas mengumpulkan pelbagai macam arsip tentang Perang Dunia II. Mereka berusaha keras memperoleh naskah Anne Frank yang berada di tangan Suijk, dengan menggunakan pengacara. Konon, Suijk meminta uang US$ 500 ribu, yang kemudian dipandang mengomersialkan catatan.

"Juni 1998, Suijk datang. Kami sendiri sangat terkejut karena kami merasa telah menerbitkan edisi lengkap surat-surat Anne Frank pada 1996," demikian tutur sejarawan David Barnouw, 52 tahun, juru bicara dariNetherlands State Institute, kepada TEMPO. Menurut Barnouw, setelah beberapa kali pihaknya bernegosiasi dengan Suijk, akhirnya mereka bisa mencapai kemufakatan. "Setelah satu tahun negosiasi, akhirnya surat itu dilimpahkan ke kami," kata Barnouw, lega. Sekarang pihak NSIDW telah menerbitkan edisi lengkap catatan harian Anne Frank dengan lima halaman barunya. Sayangnya, edisi tersebut masih terbit dalam bahasa Belanda. Edisi dalam bahasa Inggris, apalagi bahasa Indonesia, tentu saja belum terbit.

Seberapa penting fakta baru dari lima lembar catatan yang "hilang" itu? Penulis biografi Anne Frank dari Austria, Melissa Muller, menilai bahwa dengan menyensor lima lembar itu, berarti Otto Frank mengkhianati istri dan anaknya. Otto ternyata mencintai wanita lain sebelum menikah dengan ibu Anne. Itu yang membuat perlakuannya terhadap Edith, istrinya yang terpelajar, begitu kaku, tak romantis, dan penuh kepura-puraan. Saat akan menerbitkan catatan harian anaknya, ia kaget bahwa sang anak mencatat hal itu dalam tulisan-tulisannya. Maka, ia melakukan penyensoran untuk menutupi semuanya itu.

Muller juga memancing diskusi tentang etis-tidaknya Otto Frank menerbitkan catatan harian itu, karena sesungguhnya sang anak tak mau buku ini disentuh oleh siapa pun. Catatan harian adalah dunia pribadi. Menurut Muller, sebetulnya Anne Frank merencanakan catatan hariannya sebagai bahan mentah untuk membuat novel setelah perang usai. Tapi pendapat itu dibantah oleh David Barnouw. "Sebetulnya dua surat itu sama sekali tak mempengaruhi isi surat lainnya. Tidak mungkin Otto Frank memanipulasi surat anaknya. Dia kan bukan mahasiswa sastra," demikian kata Barnouw.




Lepas dari soal "teks baru" itu, kasus ini mengembalikan ingatan bahwa pernah terjadi polemik tentang keautentikan naskah Anne Frank. Itu lantaran dalam "proses perjalanan" catatan harian itu menjadi buku yang diterbitkan, ternyata buku harian itu harus melalui tiga versi. Awalnya adalah ulang tahun Anne ke-13 (12 Juni 1942). Anne diberi kado sebuah buku catatan harian bersampul merah. Saat Nazi, pada Juli 1942, mulai mengadakan pembersihan orang Yahudi, keluarga Frank mulai bersembunyi di rumah bagian belakang (Achterhuis), suatu gudang kosong di belakang kantor Otto Frank di Jalan Prinsengracht 263. Di samping keluarga Frank, beberapa sahabat juga ikut bersembunyi, yakni Herman van Pels, Auguste van Pels, Peter van Pels, dan seorang dokter gigi, Fritz Pfeffer.

Untuk beberapa lama, tak ada yang tahu bahwa mereka bersembunyi di situ, kecuali empat pegawai Frank: Miep Gies, Johannes Kleiman, Victor Kugler, Bep Voskuijl. Mereka dengan setia setiap hari mengirim sayur-sayuran dan bahan makanan. Minggu-minggu pertama dalam persembunyiannya, Anne sulit menulis apa pun di catatan hariannya. Barulah pada akhir September 1942, setelah membaca buku favoritnya, Joop ter Heul karangan Cissy van Maxvalds, yang bentuknya merupakan narasi surat-menyurat, Anne Frank mulai menulis surat imajiner kepada seorang sahabatnya (yang dibayangkan) bernama Kitty. Era ini, tulisan Anne Frank masih sangat anak-anak, penuh lelucon.

Akhir 1942, diari merah itu sudah penuh terisi. Anne terpaksa menulis di buku tulis, buku kas tua, dan lembaran-lembaran kertas kosong. Menginjak tahun 1943, catatan harian Anne lebih bersifat introspektif. Ia mulai mencatat hal-hal di sekeliling, kegiatan rutin sehari-hari. Ia mulai mendeskripsikan harapan-harapan dan kecemasan-kecemasannya. Pada Mei 1944, ia menyalin catatan hariannya itu ke buku lain. Pada titik ini dia rupanya sudah memiliki semacam keinginan bahwa kelak catatan hariannya itu akan menjadi materi sebuah novel atau apa. Penulisan kembali ini penuh revisi.

Ia menghilangkan beberapa yang tak disukainya. Saat melakukan penyuntingan ini, Anne banyak membaca buku-buku biografi yang disuplai secara sembunyi oleh para pembantunya. Setiap Sabtu, Miep Gies membawakan buku dari perpustakaan. "Kami selalu menunggu-nunggu hari Sabtu, seperti anak yang menunggu kado. Orang-orang yang hidup normal tak akan memahami apa arti buku bagi orang yang hidup terkurung. Membaca, mendengarkan radio, adalah hiburan bagi kami semua," demikian ditulis Anne Frank. Tampaknya dalam penyuntingannya Anne ingin membuang hal-hal yang dianggapnya berbau "kencur". Misalnya, di catatan harian yang asli ada tulisannya mengenai menstruasi. Si kecil ini menulis betapa ia merindukan menstruasi pertamanya.

Di bagian lain, ia menulis soal buah dadanya, yang mulai merepotkan dan membuatnya bingung bila tidur malam. Atau, bagaimana ia begitu tergila-gila pada Peter van Pels, remaja putra keluarga Pels. Juga di situ ada cerita-cerita fiksi yang dipersembahkan ke mamanya, misalnya yang berjudul "Guardian Angel". Saat penulisan ulang, itu semua tak diikutsertakan. Ia menghapusnya sendiri. Alhasil, buku harian kedua menampilkan sosok Anne yang independen dari orang tuanya dan Peter van Pels, cowok yang sering dianggap melindunginya. Sayangnya, sebelum semua itu selesai disalin, mereka telah tertangkap.

Tapi saat tentara Nazi mengobrak-abrik tempat persembunyian mereka, sebisanya catatan-catatan harian ini diselamatkan oleh sang pembantu, Miep Gies dan Bep Voskuijl. Tentunya tak bisa semuanya. Beberapa kertas tak sempat dibawa. Semua yang selamat inilah yang diserahkan kepada Otto Frank.
Sahabat anehdidunia.blogspot.com  Otto Frank menyeleksi naskah-naskah anaknya. Ia menggabungkan buku pertama dengan buku kedua anaknya. Soal menstruasi dan soal buah dada, yang oleh anaknya sendiri disensor di bagian kedua, misalnya, kemudian dimasukkan kembali oleh Otto dalam buku yang akan diterbitkan. Karena itu, para pengkaji catatan harian Anne Frank mengenal ada tiga versi diari Anne.

Bagian pertama, versi asli (buku pertama), lazim oleh sejarawan disebuat Versi A. Bagian kedua, buku yang disalin kembali oleh Anne Frank, disebut Versi B. Dan catatan harian Anne Frank yang dihimpun Otto Frank disebut sebagai Versi C. Akibatnya, lahirlah pelbagai studi serius atas perjalanan teks tulisan dari Versi A ke Versi B ke Versi C. Karenanya, sejak 1950-an timbul polemik atas orisinalitas catatan harian Anne Frank yang tak jarang membawa problem ini ke meja hijau. Seorang guru Jerman bernama L.


Stielau pada tahun 1958, misalnya, menulis bahwa selama ini catatan harian Anne Frank yang kita kenal adalah catatan palsu. Pada 1959, Otto Frank mengajukannya ke pengadilan Lubeck. Pengadilan memenangkan Otto bahwa diari itu asli. Beberapa ekstremis kanan Jerman yang masih terpukau pada Hitler juga berusaha gencar mempropagandakan bahwa buku Anne Frank adalah fiksi semata dan menuduhnya sebagai taktik Yahudi meraih simpati.

Tapi mereka juga tersuruk di pengadilan. Begitu seringnya terjadi polemik atas buku harian ini sehingga The German Criminal Court Laboratory pernah memeriksa jenis kertas dan jenis tinta pada manuskrip asli memoar Anne Frank untuk mengetahui apakah seluruh perangkat itu memang berasal dari masa perang atau tidak. Menanggapi semua itu, Robert Rozett, Direktur Perpustakaan Museum Yad Vashem yang ditemui TEMPO di Yerusalem, Israel, beranggapan bahwa penulisan sejarah memang tidak bisa 100 persen lengkap.

Soal sunting-menyunting yang menghebohkan itu ia anggap wajar. "Kapan pun seseorang menulis, mereka selalu melakukan self editing (penyuntingan sendiri-Red.)," ujar Rozett. "Itu tidak berarti mereka berbohong. Memang benar bahwa beberapa halaman catatan harian Anne Frank tidak diterbitkan sesuai dengan aslinya. Tapi itu tidak berarti isi buku harian itu bohong. Itu semua tidak mengubah cerita utama Anne Frank. Bagaimana pandangan Rozett, misalnya, atas tulisan orang semacam Robert Farisson? Farisson adalah ahli sastra Universitas Lyon yang selama ini dikenal sebagai orang yang paling tidak percaya pada fakta holocaust.

Ia menampik segala info tentang pembunuhan massal Yahudi sebagai sesuatu yang terencana, termasuk novel-novel Ellie Wessel (sudah diterjemahkan di Indonesia menjadi Malam dan Fajar), yang disanggahnya habis-habisan. Ia menyimpulkan bahwa catatan harian Anne Frank merupakan "cock-and-bull story" alias cerita yang banyak ngecapnya. Untuk mendukung tesisnya ini ia sampai mewawancarai Otto Frank beserta bekas pembantu-pembantunya yang masih hidup.

Farisson, dalam makalahnya yang nyinyir berjudul Is the Diary of Anne Frank Genuine?, secara teliti membeberkan kontradiksi-kontradiksi internal dalam teks Anne Frank. Baginya, amat tak masuk akal keluarga Frank dapat bersembunyi di belakang rumah Prinsengracht 263 selama 25 bulan tanpa sama sekali diketahui oleh tetangga. Misalnya, ia banyak melihat kejanggalan-kejanggalan yang berhubungan dengan suara. Di suatu bagian, misalnya, Anne menulis bahwa dinding-dinding terlalu tipis sehingga bila batuk pun keluarganya harus berhati-hati agar tidak ketahuan orang.

Tapi, di bagian lain, Anne menulis bahwa di dalam persembunyian itu Nyonya Van Daan (panggilan Anne untuk Augeste van Pels) memiliki kebiasaan di siang hari membersihkan lantai dengan vacuum cleaner. Ini sangat mustahil karena vacuum cleaner kala itu amat keras bunyinya. "Juga, bagaimana mungkin suara radio yang selalu didengar keluarga tak mencurigakan orang?" demikian tanya Farisson. Banyak hal-hal kecil lain yang disoroti Farisson. Misalnya, bagaimana saat rumah Prinsengracht 263 mau dibeli.

Sang pembeli memeriksa seluruh bagian rumah di depan, tapi ia sama sekali tidak mau ke bagian belakang. "Itu tak masuk akal," katanya. Lalu, bagaimana keluarga itu dipasok makanan oleh pembantu-pembantunya dari luar? Bila masak juga ada asap yang keluar dari atap rumah. Sungguh mustahil jika penduduk sekitarnya tak curiga. Farisson mengaku sempat mewawancarai Miep Gies. Dan menurut dia, jawaban-jawaban Gies meragukan. Wanita tua itu sama sekali tak terlihat bahwa selama dua tahun peristiwa itu ia berada daerah itu.

Menurut Farisson, ia sama sekali tidak tahu detail ruang persembunyian keluarga Frank. Padahal, dalam catatan hariannya, Anne selalu menyebut keakraban Gies dengan keluarganya. Otto Frank sendiri ketika ditanya Farisson menjawab, seperti penulis catatan harian lain, anaknya mungkin berlebih-lebihan dalam satu hal, tetapi "berlebihannya" itu tentu secara umum. Reputasi Farisson sendiri di mata para ahli holocaust diragukan.

"Dia dianggap tidak serius oleh kalangan ahli. Selalu ada ruang untuk sebuah diskusi akademik. Tetapi Farisson jauh di luar batas dari semua hal akademik yang serius," komentar Rozett kepada TEMPO. David Barnouw menyetujui pendapat itu. Bila di sana-sini di catatan harian Anne Frank ada kontradiksi, itu sudah seperti watak anak gadis kecil mana pun yang tentu memiliki mood mudah berubah-maklum, usia 13 tahun adalah usia pubertas. Barnouw juga tak yakin tentang klaim Farisson yang mengaku sudah melakukan studi interteks antara naskah-naskah Anne.

"Farisson tidak bisa berbahasa Belanda. Soal ia menyebut banyak suara ribut-ribut dari tempat persembunyian Anne, sesungguhnya yang ribut adalah Westertoten, gereja di dekat persembunyian," kata David Barnouw. Bagaimanapun, si kecil Anne Frank sudah pergi. Dalam kesakitan, dalam penderitaan. Dan ada ratusan anak kecil yang bernasib seperti Anne Frank. Di Museum Yad Vashem, Israel, bisa dilihat data-data untuk itu (lihat: Kisah Anak-Anak dalam Gelap). Itu bukti kekejaman yang tak bisa dibantah lagi. Menyembunyikan fakta holocaust, seperti Robert Farisson, merupakan pembohongan.

"Orang bisa melihat dengan sudut pandang yang berbeda-beda atas Anne Frank. Tapi Anne Frank, bagaimanapun, adalah simbol diskriminasi hak asasi manusia," kata Geeskelien Wolters, Direktur Erasmus Huis Jakarta. Di surga, Anne Frank mungkin menggenggam catatan hariannya sambil masih meneteskan air mata karena xenophobia dan rasialisme belum luntur bahkan sampai kini. Di mana-mana di belahan bumi, juga di Indonesia. Karena itu, kisah pedih Anne Frank adalah sejarah untuk masa kini. 


Sumber